Friday, September 18, 2015

Membangun Peradaban #Kata

sumber gambar: inmagine.com
  1. Dalam dunia yang ramai dengan bincang, #kata seperti aktor utama
  2. Rasanya dunia bagai pengap dan mati gaya, bila tak ada satu potong #kata pun yang berani dikeluarkan
  3. Tangan gatal bila sehari saja tidak bermain dengan #kata
  4. Mulut gelisah bila sesaat saja tidak bergumul dengan #kata
  5. Hati tiba-tiba bisa jadi menggalau, kala membaca #kata yang mampu meresonansi nostalgia
  6. Bibir tiba-tiba nyengir, kala membaca #kata yang mampu mengingat kebodohan yang sempat parkir
  7. Jiwa tiba-tiba hujan, kala menggali #kata penuh teladan
  8. Aaahhh... Terlalu banyak capaian rasa yang keluar kala bersentuhan dengan yang namanya #kata
  9. #kata memang tidak bisa membuat kita kenyang, tapi kata yang bermakna membuat kita tenang. Begitu kira-kira kata mas @Gol_A_Gong
  10. Dengan ber#kata kita membangun peradaban.
  11. Kata Hasan Al Banna, aktor peradaban ada 2, yaitu: guru dan penulis. Banyak #kata terproduksi di sana
  12. Ada pula tokoh lain yang bilang (lupa namanya) cara mudah menghancurkan peradaban adalah dengan memusnahkan buku. Ada dunia #kata di sana
  13. Faktanya, di satu sisi kita membangunnya, namun (kadang) di sisi yang lain kita pulalah yang menghancurkan bata peradaban tersebut #kata
  14. Tidak sedikit #kata yang keluar hanya sekedar koar. Terselip makna, entah. Nyampah, begitu istilahnya
  15. Padahal dari #kata dapat terpancar siapa kita. Mengapa? Karena kita hanya mampu mengeluarkan apa yang kita punya
  16. Selain itu, pada dasarnya #kata yang kita muntahkan, sekaligus itu pula yang akan kita telan. Begitu kira-kira kata bang @fahrihamzah
  17. #kata yang kita keluarkan bisa jadi tabungan atau malah jadi bumerang yang mematikan
  18. #kata-kata hnaya patung yang tidak bernyawa. Sampai kita mati karenanya barulah ia bermula hidup. Begitu kira-kira Sayyid Qutbh berujar
  19. Karenanya, kesamaan langkah antara pikir, ucap, dan laku dipertaruhkan #kata
  20. Dan apakah sepenggal #kata itu mampu membantu kita menghantarkan ke surga atau sebaliknya
  21. Setiap orang berhak ber#kata . Setiap orang berhak bersuara. Namun yakinlah smua itu pasti kan dikalkulasi pada akhirnya
  22. Ku berhenti di sini, tersebab banyak #kata yang berat untuk dipanggul kembali. Semua yang terurai di sini lebih ditujukan ke diri sendiri
  23. Sepertinya sudah banyak hati yang tercabik karena #kata yang telah terucap. Ada air yang meleleh karena tajamnya ucap. Maaf karenanya
  24. Sekarang coba kurangi dengan kembali belajar memilih dan memilah apa yang mesti di#katai
  25. Hidupku tak lama, tapi ku ingin coba memperlamanya dengan #kata
  26. "Verba valent scripta manent", begitu bunyi pepatah yunani. Lisan adalah sementara, namun tulisan adalah selamanya #kata
  27. Lewat #katalah aku hidup. Hidup lewat katalah yang ingin aku tiupkan kepada orang-orang putus asa. Aku hidup dimana-mana, di setiap sudut kota di Indonesia lewat novel-novelku @Gol_A_Gong
  28. Demikianlah #kata-kataku melagu... Dan teruskanlah kau bernyanyi kan ku dengar itu pasti... (Iwan Fals) :)


»@lussysf

No comments:

Post a Comment

Boleh komentar yang SERU, asal JANGAN saru dan bawa-bawa penghuni kebun binatang ya....